Updates from July, 2008 Hide threads | Keyboard Shortcuts

  • Waspadai Nyeri Dada Waspadai Serangan Jantung 

    yosua1987 09:56 AM07 on J000000Friday49 15 2008 Permalink | Log in to leave a Comment

    RASA nyeri pada bagian dada seringkali dianggap remeh dan diabaikan oleh sebagian orang. Bahkan, ada persepsi bahwa keluhan fisik itu merupakan tanda-tanda masuk angin yang bisa diatasi dengan mudah. Padahal, nyeri pada dada itu bisa jadi merupakan gejala seseorang menderita penyakit jantung.

    “Ada beberapa keluhan penyakit jantung yang sering diabaikan masyarakat hingga akhirnya penyakit yang diderita bertambah parah,” kata dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (RS PIK) Linda Lison, Sabtu (19/7), dalam seminar awam bertema Sehatkan Jantung Anda, di auditorium RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

    Sejumlah keluhan yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung adalah, nyeri dada, berdebar-debar, cepat letih, sesak napas, ada riwayat sering pingsan, sesak bila tidur telentang, beberapa organ tubuh membiru, serta perut dan bagian kaki bengkak. Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat disertai muntah.

    Tempat nyeri pada gangguan jantung antara lain, di belakang tulang dada, di belakang tulang dada menjalar ke leher, dari dada menjalar ke bahu dan dada. Lokasi lain adalah, dari dada menjalar ke rahang, dari dada bawah di ulu hati, sertai di daerah punggung di antara kedua belikat. Jika terjadi kondisi nyeri dada, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adal ah, baringkan penderita, istirahatkan sampai nyeri berkurang atua hilang, pemberian oksigen, dan panggil dokter, bawa ke rumah sakit terdekat, ujar Linda.

    Faktor risiko

    Diagnosis dini perlu dilakukan pada seseorang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular. Sejumlah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah, adanya riwayat keluarga yang mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah, usia yang makin tua atau lanjut usia, serta jenis kelamin.” Ini merupakan faktor risiko yang tidak bisa dihindari, “kata Linda.

    Sebenarnya ada sejumlah faktor risiko yang bisa dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah dislipidemia seperti kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah dan triglycerides tinggi. Faktor lain adalah, tekanan darah tinggi, menderita kencing manis atau diabetes mellitus, kebiasaan merokok, mengalami kegemukan atau obesitas dan kurang berolahraga.

    Kadar kolesterol sangat terkait dengan tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner. Kolesterol merupakan zat berwarna putih seperti lilin yang dapat ditemukan di setiap sel tubuh. Kolesterol bisa membantu mencernakan lemak, memperkuat membran sel, dan membuat hormon. Kolesterol HDL memindahkan kolesterol jahat dari dinding pembuluh darah. Sedangkan jenis kolesterol LDL menempel pada dinding pembuluh darah, merusak dan menyumbat pembuluh darah, kata Linda.

    Jika kolesterol bertumpuk pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah aterosklerosis, maka bisa berakibat terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Atherosklerosis merupakan pembentukan plak di dalam pembuluh darah yang menyempit. Kemudian, plak dapat mengelupas dan menyebabkan timbulnya bekuan darah yang menyumbat atau thrombus.

    Kendalikan faktor risiko agar terhindar dari penyakit jantung koroner, ujarnya menjelaskan. Beberapa upaya pencegahan penyakit jantung yang bisa dilakukan adalah memeriksa secara teratur kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat , periksa tekanan darah secara teratur. Cara lain adalah, menerapkan pola makan yang sehat di antaranya jangan makan yang berlebihan, menghindari makanan yang mengandung lemak, hindari minuman beralkohol.

    Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah penyakit kardiovaskular mem iliki risiko tinggi terhadap kematian. Penyakit jantung koroner (PJK) menyebabkan 7,2 juta kematian di dunia pada tahun 1996, dan merupakan 14 persen dari total kematian keseluruhan atau satu dari tiga kematian di negara-negara industri. Sementara stroke menyebabkan 4,6 juta kematian. Hipertensi diderita lebih dari 690 juta orang di dunia. Di negara berkembang, kematian karena penyakit kardiovaskular diperkirakan meningkat 28 persen per tahun.

     
  • Jangan Buang Kulit Jeruk 

    yosua1987 09:56 AM07 on J000000Friday42 15 2008 Permalink | Log in to leave a Comment

    Manfaat jeruk pasti semua orang sudah tahu. Buah ini mengandung vitamin C dan antioksidan tinggi. Ternyata, kulitnya juga sama berkhasiat dengan daging buahnya. Karena itu sering dimasukkan ke dalam campuran minuman atau makanan (biasanya di restoran Cina).

    Bukan hanya menimbulkan aroma yang segar, kulit jeruk (terutama jeruk limau dan lemon) mengandung 65% senyawa limonen. Senyawa yang tidak ada di buah lain, sangat berkhasiat untuk memblokir perubahan sel yang mengarah ke penyakit kanker. Gunakan kulit jeruk setelah dicuci bersih.

     
  • Cokelat, Si Penuh Manfaat 

    yosua1987 09:56 AM07 on J000000Friday41 15 2008 Permalink | Log in to leave a Comment

    Selain rasanya yang luar biasa, cokelat ternyata banyak manfaat. Menurut penelitian yang dipublikasikan Asosiasi Jantung Amerika, mengonsumsi sebatang cokelat setiap hari dapat menurunkan tekanan darah dan memperbaiki daya tahan insulin.

    Sementara bagi perokok berat, mengonsumsi cokelat hitam atau dark chocolate ternyata bisa mengcegah penyakit jantung. Rasanya yang sangat pahit memang membuat yang memakannya meringis. Tapi di balik itu, menurut peneliti dari Universitas Zurich, Swiss, yang dipublikasikan jurnal kesehatan Inggris, Heart, pada cokelat hitam terdapat kandungan kokoa yang sangat tinggi, sekitar 75 persen, yang dapat memperbaiki sirkulasi darah secara signifikan.

    Pengujian serupa juga dilakukan pada cokelat putih, tapi kandungan kokoanya yang rendah tidak bergitu berperan dalam memperbaiki sirkulasi darah para perokok. Cokelat hitam juga mengurangi risiko perokok dengan tingkat stres oksidatif tinggi.

    Bila mengonsumsi 40 gram cokelat hitam, efeknya akan berlangsung hingga 8 jam. Selain itu, juga akan memicu peningkatan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh dan mengurangi penggumpalan darah yang sering menimpa para perokok. Jadi? Ayo makan cokelat!

     
  • Jerawat Bukan Monopoli Remaja 

    yosua1987 09:56 AM07 on J000000Thursday43 15 2008 Permalink | Log in to leave a Comment

    Sari (30) diliputi rasa tak percaya diri dalam beberapa pekan terakhir ini. Apalagi saat ia harus bertatap muka dengan para relasi terkait pekerjaannya. Padahal, karyawati swasta yang masih lajang ini biasanya tidak pernah grogi atau minder ketika bertemu dengan banyak orang meski baru dikenal.

    Rasa tidak percaya diri itu ternyata berpangkal dari bermunculannya banyak jerawat menghiasi wajahnya yang biasanya mulus. Jerawat itu mulai timbul sepulang dari negeri kanguru. Ia menduga, itu karena makanan yang dikonsumsi di Australia kebanyakan berkadar lemak tinggi dan perbedaan suhu udara dengan Indonesia. Nggak nyangka, sudah nggak remaja lagi kok ya masih berjerawat, ujarnya.

    Selama ini, salah satu mitos yang berkembang di kalangan masyarakat seputar jerawat adalah, masalah kulit ini dianggap sebagai penyakit remaja yang nantinya akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia seseorang. Ada juga anggapan bahwa jerawat hanya masalah kosmetik, makanan, stres, kebersihan yang kurang baik, pengaruh make-up, dan merupakan masalah kulit yang bisa disembuhkan.

    Menurut dokter spesialis penyakit kulit Srie Prihianti dari Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), dalam seminar kulit bertema Your Healthy Skin, Your Confidence , Sabtu (19/7), di aula FKUI, Jakarta, jerawat merupakan peradangan pada unit pilosebaseus yang ditandai gejala klinis seperti komedo dan nodus.

    Sekitar 85 persen dari total jumlah orang yang mengalami masalah jerawat berusia 12-25 tahun. Sedangkan 15 persen mengalami masalah jerawat sampai dengan usia 35 tahun. Bahkan, ada yang jerawatnya tid ak bisa teratasi atau terus bermunculan hingga usia 40 tahun. Jadi, mitos bahwa remaja merupakan penyakit remaja adalah tidak benar, kata Srie Prihianti.

    Masalah jerawat sebenarnya disebabkan multifaktorial, tidak hanya satu penyebab. Ada empat patogenesis utama jerawat yaitu hiperproliferasi folikuler, peningkatan produksi sebum, inflamasi, proliferasi. Jenis kulit yang dimiliki seseorang juga berpengaruh terhadap kemungkinan munculnya jerawat, terutama kulit berminyak.

    Jerawat atau acne itu ada dua golongan. Yang pertama adalah, inflamasi yaitu jerawat yang disertai dengan peradangan berbentuk kemerahan dan berbinti, kata Srie Prihianti. Sementara golongan lain adalah reaksi non inflamasi dari saluran kelenjar minyak. Hal ini ditandai dengan sumbatan pori atau komedo yang terdiri dari komedo terbuka (black comedo) dan komedo tertutup (white comedo).

    Jika didiagnosis, ada beberapa derajat keparahan jerawat. Pada derajat ringan, jerawat ditandai oleh adanya komedo dengan jumlah kurang dari 20 atau lesi inflamasi kurang dari 15. Pada derajat sedang, komedo berjumlah antara 20-100 atau lesi inflamasi 15-20. Sedangkan pada derajat berat, jumlah kista lebih dari lima atau komedo berjumlah lebih dari seratus, bisa juga ditandia oleh adanya lesi inflamasi lebih dari 50.

    Untuk mengatasi masalah jerawat, Srie menyarankan agar penderitanya menjalani pengobatan dengan tujuan mengontrol jerawat dan mencegah terjadinya jaringan parut atau scar. Pengobatan ini bisa memperbaiki gangguan pola keratinisasi folikuler, menurunkan aktivitas gid, sebasea, menurunkan populasi jerawat, dan mempunya efek anti inflamasi atau peradangan, ujarnya.

    Pengobatan dengan retinoid ada dua jenis yaitu secara oral berupa isotretinoin dan topikal berupa tretinoin berupa krim, gel dan sol. Sedangkan obat antibiotika juga diberikan dala m bentuk oral (tetrasiklin, klindamisin, eritromisin, azitromisin), dan topikal (klindamisin, eritromisin dan kombinasi). Jenis pengobatan lain adalah azaleic acid berupa krim dan gel, serta benzoyl peroxide (cuci muka, gel dan sol).

    Alternatif terapi lain untuk mengatasi jerawat adalah kontrasepsi oral, anti-androgen, kortikosteroid dan laser. Laser digunakan untuk mengobati jerawat derajat sedang melalui sinar biru. Sekarang telah ada kontrasepsi oral di pasaran yang memiliki manfaat tambahan antara lain mengatasi masalah jerawat sehi ngga kulit jadi lebih mulus, kata Srie menambahkan.

    Namun, ada beberapa efek samping pengobatan jerawat yang perlu diwaspadai. Pada pengobatan dengan retinoid, misalnya, terjadi kekeringan kulit, gangguan pertumbuhan tulang, peningkatan kadar kolesterol dalam darah dan hepatotoksisitas. Sedangkan penggunaan obat antibiotik bisa menimbulkan pigmentasi biru kehitaman, fotosensitivitas dan resistensi jerawat terhadap obat. Beberapa jenis obat lain menimbulkan efek samping berupa iritasi pada kulit.

    Untuk mencegah dan mengatasi timbulnya jerawat, yang terpenting adalah pemeliharaan kulit secara teratur, ujarnya menegaskan. Pemeliharaan kulit itu antara lain menggunakan gentle cleansing, pembersih yang mengandung obat-obatan anti jerawat, membersihkan kulit terutama bagian wajah secara teratur, dan menjalani pengobatan secara berkelanjutan dan menindaklanjutinya secara teratur.

     
  • Langsing Tanpa Lapar Ala Jepang 

    yosua1987 09:56 AM07 on J000000Thursday41 15 2008 Permalink | Log in to leave a Comment

    Dr Bradley J Willcox dalam bukunya, The Okinawa Diet Plan: Get Leaner, Live Longer and Never Feel Hungry, mengatakan, diet Okinawa dapat mengatasi kegemukan, membuat perasaan lebih nyaman, dan awet muda.

    Okinawa merupakan nama sebuah pulau di Jepang. Nama pulau ini begitu terkenal karena memiliki jumlah penduduk berusia lebih dari 100 tahun terbanyak di dunia. Data menunjukkan, dari sekitar 1,27 juta jiwa, terdapat 427 warga Okinawa yang berusia lebih dari 100 tahun! Penduduk Okinawa juga memiliki usia harapan sehat tertinggi di dunia.

    Rahasia sehat, panjang umur, dan awet muda mereka terletak pada pola makan dan gaya hidup sehari-hari yang sangat khas. Pola makan mereka hampir sama dengan Anda, bedanya mereka sangat membatasi mengonsumsi lemak dan protein hewani.

    Prinsip makan yang mereka anut adalah mengonsumsi karbohidrat, lemak, dan protein yang tepat. Ini prinsip diet mereka:
    - Sayur dan buah
    Buah dan sayur yang mengandung serat merupakan menu wajib setiap hari. Fungsi serat membantu mencegah penimbunan lemak, membantu meningkatkan fungsi usus-usus besar, dan membantu proses pembentukan otot.

    - Merah lebih baik dari putih
    Asupan karbohidrat mereka berasal dari beras merah bukan beras putih. Sebab, beras putih sudah mengalami proses pembersihan yang berulang sehingga kandungan vitaminnya berkurang.

    - Serba kacang
    Jenis kacang yang paling banyak mereka konsumsi adalah kacang kedelai, baik dalam bentuk polong rebus maupun olahan, seperti miso, tahu, dan kembang tahu. Sup miso dengan campuran bayam dan nasi menjadi menu pembuka mereka di pagi hari.

    - Ikan laut yang terbaik
    Protein dan lemak hewani mereka peroleh dari ikan. Ikan laut memiliki keunggulan mengandung asam lemak omega 3 yang lebih tinggi kadarnya dibandingkan ikan air tawar.

    - Banyak minum air putih
    Penduduk Okinawa sangat sedikit mengonsumsi alkohol. Mereka terbiasa minum air putih minimal enam gelas sehari. Cairan sangat penting untuk mendukung kelancaran metabolisme dan reaksi kimia dalam tubuh.

    - Teh hijau
    Teh hijau minuman favorit mereka. Khasiat teh hijau erat kaitannya dengan senyawa katekin dan flavonol, yaitu suatu komponen aktif yang diyakini berperan penting mencegah kanker. Dari 10 gram bubuk teh hijau (setara dengan 10 cangkir teh), akan diperoleh sekitar 1 gram katekin. Prof Itaro Oguni dari Universitas Shizuoka Hamamatsu College menganjurkan minum 10 cangkir teh setiap hari secara teratur untuk mencegah kanker.

    - Membatasi minyak
    Diet Okinawa juga membatasi mengonsumsi minyak nabati dan hewani. Jenis asam lemak yang dominan dikonsumsi adalah asam lemak tak jenuh tunggal yang dapat diperoleh pada minyak canola dari biji-bijian. Hal ini dapat mencegah timbunan kolesterol dan trigliserida berlebih penyebab timbulnya berbagai penyakit.

    - Sedikit garam dan penyedap
    Pelaku diet Okinawa dianjurkan untuk tak berlebihan mengonsumsi garam. Disarankan pemakaian garam rata-rata hanya tiga sendok teh sehari.

    - Hindari makanan olahan
    Hindari mengonsumsi camilan yang berlemak serta mengandung kadar garam dan penyedap rasa tinggi. Sebagai gantinya, pilihlah camilan yang aman, seperti buah, sereal, atau roti gandum. Sedapat mungkin tidak mengonsumsi makanan olahan yang dibuat dengan penambahan bahan-bahan kimia.

    - Berhenti sebelum kenyang
    Makan hingga perut terasa penuh, bahkan sampai menyebabkan tak dapat bergerak karena kekenyangan sangat tidak disarankan diet Okinawa. Makan dan minumlah hingga 80 persen kenyang. Prinsip itulah yang menyebabkan mereka memiliki tubuh langsing, sehat, bugar, dan awet muda.

    - Sering dan sedikit
    Mereka menerapkan pola makan yang sering, tapi dengan porsi terbatas. Pola makan laki-laki 10-13 kali dan perempuan 7-10 kali setiap hari dengan takaran 150-200 cc untuk sekali makan.

    - Aktivitas fisik
    Diet Okinawa mengharuskan setiap pelakunya banyak melakukan aktivitas fisik, di antaranya bersepeda dan jalan kaki.

    - Jauh dari stres
    Rendahnya tingkat stres menjadi faktor penting tingginya kualitas kesehatan penduduk Okinawa. Kehidupan mereka sangat damai dan tenang. Piknik, bercengkerama dengan teman-teman, dan melakukan kegiatan ringan yang menyenangkan diyakini dapat menghindari seseorang dari stres. Tertarik mencoba?

     
  • Memutihkan Gigi Sambil Mengunyah 

    yosua1987 09:56 AM07 on J000000Thursday39 15 2008 Permalink | Log in to leave a Comment

    Gigi yang sehat dan putih tentu akan meningkatkan rasa percaya diri. Tak perlu mahal-mahal menghabiskan uang untuk memutihkan gigi, karena dr.Jonathan B.Levine (aesthetic dentist, langganan pesohor Hollywood), memberi tahu rahasia pemutih gigi alami. Murah, tanpa proses yang rumit, bahkan tak butuh sikat.

    Anda mungkin tahu kalau ada beberapa minuman yang berperan dalam perubahan warna gigi, yakni kopi, teh, atau alhokol. Tapi kita bisa mencegah perubahan warna gigi (diskolorasi) dengan makanan tertentu, yakni apel, seledri, wortel, bayam, brokoli dan selada. Zat-zat yang terkandung dalam makanan tersebut akan membuat noda terkelupas seketika sebelum molekul noda menempel lebih dalam di permukaan gigi.

    Tetapi, makanan-makanan tersebut hanya mampu memutihkan gigi yang disebabkan oleh faktor luar tubuh yang langsung bersentuhan dengan gigi, seperti minuman, makanan, rokok, atau alkohol.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel